Sistem angin
di bumi ini dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu angin yang bersifat umum dan
angin yang bersifat lokal. Angin laut dan angin darat merupakan angin yang
bersifat lokal. Selain angin laut dan angin darat, contoh angin yang bersifat
lokal lainnya adalah: angin lembah, angin gunung, angin fohn, dll. Angin
dikategorikan sebagai angin angin yang bersifat lokal adalah bila angin
tersebut terjadi hanya pada daerah-daerah tertentu yang dipengaruhi oleh
kondisi setempat.Pada dasarnya angin lokal yeng berupa angin darat dan angin
laut berhubungan dengan sifat daratan dan lautan dalam menerma dan melepaskan
panas. Daratan lebih cepat menerima panas dan lebih cepat pula melepaskan
panas. Sedangkan lautan lebih lambat menerima panas serta lebih lambat
melepaskan panas. Selain itu, angin darat dan angin laut dapat terjadi karena
adanya perbedaan fisik darat dengan laut. Berikut ini
adalah pengertian angin laut dan angin darat:
1. ANGIN LAUT Angin laut adalah
udara yang bergerak dari lautan ke daratan. Angin laut terjadi pada siang hari,
saat matahari mulai memancarkan panasnya. daratan yang merupakan benda padat
dapat menyerap panas matahari jauh lebih cepat daripada lautan yang merupakan
benda cair. Karena suhu di atas daratan lebih tinggi daripada suhu diatas
lautan, udara di atas daratan pun lebih cepat menjadi panas dan naik. Tempat
yang ditinggalkannya akan segera diisi udara dari lautan yang berpindah ke
tempat ke atas daratan sehingga terjadilah angin laut.
2.ANGIN DARAT
Angin darat adalah udara yang bergerak dari daratan ke
lautan. Angin darat umumnya terjadi pada malam hari, saat matahari sudah tidak
memancarkan panasnya. daratan ang lebih cepat menyerap panas matahari akan
melepaskan panas itu dengan lebih cepat pula. Maka, suhu diatas daratan segera
menjadi lebih dingin bila dibandingkan dengan suhu diatas lautan. Karena suhu
di atas lautan lebih panas, udara yang terdorong ke atas akibat panaspun lebih
banyak terjadi diatas lautan. Karena tekanan udara diatas lautan lebih rendah
(banyak tempat kosong yang ditinggalkan oleh udara yang naik), maka udara
dingin dari atas daratan pun mengalir ke lautan untuk mengisi tempat yang
kosong tersebut sehingga terjadilah angin darat
JIHAN ZHAFIRA ZAHRA ADHIANANDA (VII D / 19)






